Kehadiran Program Sarjana Kedokteran Hewan di Kalimantan
Kehadiran program Sarjana Kedokteran Hewan di Universitas Sari Mulia menandai babak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis kesehatan di Pulau Kalimantan. Institusi ini secara resmi menjadi pelopor dengan mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) pertama di kawasan tersebut, sekaligus menjawab kebutuhan strategis akan tenaga profesional di bidang kesehatan hewan.
Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan dan pendidikan profesi dokter hewan memperoleh legitimasi melalui Surat Keputusan resmi pada awal tahun 2026. Momentum ini menegaskan posisi Universitas Sari Mulia sebagai institusi pertama di Kalimantan yang menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan secara komprehensif, mulai dari jenjang sarjana hingga profesi.
Secara historis, pengembangan FKH di Banjarmasin tidak terjadi secara instan. Sejak tahun 2025, berbagai tahapan telah dilakukan, mulai dari lokakarya, visitasi akademik, hingga evaluasi kelayakan oleh pemangku kepentingan nasional. Dukungan pemerintah daerah dan organisasi profesi, seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, turut memperkuat legitimasi akademik dan kebutuhan riil atas program ini di Kalimantan Selatan.
Dalam perspektif akademik, pendirian FKH ini berangkat dari kebutuhan struktural wilayah Kalimantan yang memiliki potensi besar di sektor peternakan, keanekaragaman hayati, serta tantangan penyakit zoonosis. Kehadiran program studi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga pemahaman integratif terhadap kesehatan masyarakat veteriner.
Kurikulum yang dikembangkan mengusung pendekatan berbasis kompetensi dengan integrasi antara teori, praktik lapangan, serta kolaborasi lintas disiplin. Selain itu, universitas juga menyiapkan fasilitas penunjang seperti rencana pembangunan rumah sakit hewan sebagai wahana praktik klinis mahasiswa. Hal ini menjadi indikator bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga keterampilan profesional.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang lahir dari penggabungan lembaga kesehatan, Universitas Sari Mulia memiliki basis keilmuan yang kuat di bidang kesehatan. Transformasi ini memungkinkan ekspansi ke ranah kedokteran hewan sebagai bagian dari pendekatan kesehatan terpadu (one health), yang mengaitkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kerangka ilmiah.
Dengan demikian, kehadiran FKH pertama di Kalimantan yang berlokasi di Banjarmasin tidak hanya menjadi capaian institusional, tetapi juga representasi dari desentralisasi pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Inisiatif ini membuka akses yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tanpa harus keluar pulau, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan sektor kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
